Festival dan Lomba Literasi Ceria Tahun 2019 ditutup

Protokol & Komunikasi Publik Setda Belu: ATAMBUA, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jhonisius R. Mali, SH menutup secara resmi kegiatan Festival dan Lomba Literasi CERIA Tahun 2019 di Aula Susteran SsPS Atambua, Kamis (7/11/2019).Turut hadir, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Belu, Cyprianus Temu, S.IP

Dalam kesempatan itu, Jhoni Mali mengatakan, literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
“Literasi menjadi sesuatu yang sangat penting saat ini. Oleh karena itu literasi harus menjadi satu gerakan yang menggerakkan semua sektor, karena literasi mempunyai peran penting dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.

Kadis Jhoni menyampaikan terima kasih kepada Save the Children yang bersedia menjadi media dalam mengembangkan pendidikan di Kabupaten Belu pada beberapa tahun terakhir ini.
“Mudah-mudahan apa yang sudah dirintis bisa dijaga eksistensi dan keberlanjutan oleh pemerintah,” ujar mantan Kepala Bapenda ini.

Jhoni Mali juga mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL untuk terus bersinergi memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Belu.
“Terima kasih dan proficiat kepada semuanya terutama pada anak-anak yang telah ikut berlomba,” tutup Kadis P dan K.

Project Coordinator Program CERIA Save the Children, Ferdinand D. Riwu menyampaikan, Festival dan Lomba Literasi CERIA diawali dengan lomba membaca di 15 sekolah dan dilanjutkan pada tanggal 30 Oktober dengan lomba ditingkat Kabupaten. Menurutnya, acara ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan dengan satu tujuan yakni memberikan ruang bagi anak-anak yang berprestasi untuk menunjukkan bakat mereka terkait literasi, berpartisipasi dalam hal menyampaikan talenta mereka khusus dari lima keterampilan membaca.
“Dalam lomba kemarin kita hanya fokus di tiga keterampilan yakni Kelas 1 menyusun huruf, Kelas 2 membaca lancar dan Kelas 3 membaca pemahaman. Untuk dua keterampilan lainnya agak sulit dilombakan karena ketika kami melakukan monitoring di sekolah ini jarang dikembangkan oleh guru-guru dalam pembelajaran. Contohnya bagaimana anak mengenal lima suku kata dan memang agak susah karena disitu adabl pengenalan huruf membaca lancar dan kosakata dan ini kami temui di 15 sekolah binaan kami,” beber Ferdi Riwu.

Dikatakan, berbicara literasi adalah berkaitan dengan kemampuan anak yakni membaca, menulis, berhitung dan ini adalah literasi paling dasar yang harus dimulai bagi anak kelas awal juga di PAUD.
“Sampai saat ini sudah ada 14 Pos Baca di 12 Desa yang berjalan dan kami mengharapkan agar Pos Baca ini tetap berjalan. Tujuan dilaksanakan Festival yang didanai oleh H & M Foundation ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru kelas awal dalam penataan kelas yang kaya aksara dan matematika; Meningkatkan partisipasi/kesadaran orang dewasa dalam mendukung kemampuan literasi yang lebih baik dan pemenuhan hak-hak anak; Memberikan kesempatan bagi siswa untuk berekspresi melalui partisipasi aktif dan menyuarakan hak mereka,” jelasnya.

Informasi lain yang dihimpun, Hasil yang dicapai adalah terlibatnya 90 siswa kelas awal dalam kegiatan lomba dan 45 siswa kelas awal dari 15 sekolah program CERIA 2 secara aktif berpartisipasi dalam lomba membaca selama festival membaca berlangsung; 15 guru kelas 2 menjadi peserta lomba mendesain gambar dan memfasilitasi pembelajaran sesuai tema; 14 orang fasilitator Pos Baca mengikut lomba membaca expresif dan menyampaikan praktek baik serta tantangan selama melakukan Pos Baca.

Berikut hasil Festival dan Lomba Literasi CERIA 2
Lomba Menyusun Huruf anak Kelas 1 : Juara 6 Yohanes A.J Besi SDK Dafala; Juara 5 Kristian Richard SDK Sadi; Juara 4 Sefanya Dasilva SDI Susuk; Juara 3 Gabriel Bere SDI Motaain; Juara 2 Febriati W Berek SDI Buitae; Juara 1 Safandra Brigita Nahak SDK Amanatan.

Lomba Membaca Lancar untuk anak Kelas 2 : Juara 6 Desi Sintia Maupelun SDK Sadi; Juara 5 Maria Mika Dedeus SDK Wehor; Juara 4 Angela Prisila Suri SDK Asumanu; Juara 3 Alfaro Manehat SDI Sukabitetek; Juara 2 Angel Bau SDI Ainiba; Juara 1 Klarisa M Kabelen SDN Sekutren.

Lomba Membaca Pemahaman anak Kelas 3 : Juara 6 Arsenia Bau SDK Asumanu; Juara 5 Jenifer Indah Bonaparte SDK Amanatan; Juara 4 Angela Raha Wirang SDK Sadi; Juara 3 Maria Goreti Fouk SDI Buitae; Juara 2 Yosep Rikardo Peres Soares SDI Fatuatis; Juara 1 Benediktus SDI Ainiba

Mendesain Gambar dan memfasilitasi pembelajaran untuk guru Kelas 2 : Juara 1 Apriyanti Imaculata Mau SDK Wehor; Juara 2 Maria Florida Hoar SDK Sekutren; Juara 3 Agusta Lay SDI Susuk; Juara 4 Noviana Velusia Wagon SDK Dafala; Juara 5 Rosadalima Muti SDI Sukabitetek dan Juara 6 Jonas Manu SDI Motaain.

Lomba membaca expresif oleh fasilitator pos baca : Juara 1 Demitria Balok Pos Baca Pelita; Juara 2 Marcelinus Moruk pos baca Turiskain; Juara 3 Yormi Oematan pos baca Seroja; Juara 4 Hildegardis Mauk pos baca Dafala; Juara 5 Emirinsiana Bou pos baca Babira dan Juara 6 Rosari Rini Rusli pos baca Wehor. (pkpsetdabelu/michaello/rey).

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: