Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu Memastikan Tunjangan Guru Sertifikasi Akan Segera Dibayar

DINAS PK BELU – Saat ini, pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Belu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) sudah memproses untuk membayar dalam waktu satu atau dua hari ini (esok atau lusa).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jonisius R. Mali, SH merespon keluhan dan desakan DPRD Belu terkait keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi guru kepada gerbangindonews.com melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (05/12/2019) malam. “Dalam proses satu atau dua hari ini sudah mulai transfer (bayar),” kata Kadis PK Belu.

Dijelaskan Kadis Jhoni, anggaran untuk tunjangan guru sertifikasi di Kabupaten Belu sebesar 3 miliar lebih dan pihaknya sudah memproses untuk segera dicairkan. Biasanya tambah mantan Kaban Bapenda itu, mekanisme pembayaran akan dilakukan dengan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru sertifikasi.

“Sertifikasi itu sudah diproses dan biasanya uang langsung masuk di rekening masing-masing,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, keluhan kembali datang dari kalangan guru-guru di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Perbatasan RI-Timor Leste kepada DPRD Belu. Keluhan kali ini datang dari para guru profesi yang bersertifikasi. Mereka mengeluh karena tunjangan sertifikasi belum dibayar oleh Pemda Belu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak September lalu.

Terhadap keluhan para guru, DPRD Belu mendesak Pemda Belu untuk segera membayar tunjangan para guru sertifikasi karena merupakan hak para guru.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu kepada gerbangindonews.com melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (05/12/2019).

“Ini sudah masuk akhir tahun, bulan desember, tunjangan sertifikasi guru itu kita minta untuk segera dibayar,” tandas politisi NasDem itu.

Menurut anggota DPRD Belu empat periode itu, keluhan para guru sertifikasi terkait keterlambatan tunjangan mereka itu belum dibayarkan selama enam bulan hingga Desember ini. Padahal, pihaknya jelas Cypri, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu pengajuannya sudah dilakukan sejak awal bulan lalu (November).

“Karena kami cek di dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Belu, pengajuannya sudah sejak awal bulan kemarin. Jadi kami minta kepada Pemda untuk segera memproses untuk membayar. Karena ini sudah enam bulan yang belum dibayar. Ini sejak pertengahan tahun sampai sekarang,” terang Cypri.

Dirinya tambah Cypri berharap sebelum akhir tahun, di bulan Desember ini hak para guru sertifikasi sudah harus dibayar.

Berita ini telah tayang sebelumnya di GerbangIndoNews

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: