Portal Kebudayaan

Secara adat-istiadat dan kebudayaan, Kabupaten Belu merupakan masyarakat adat Timor, yang hidup dalam empat kelompok suku-bangsa dan bahasa. Penduduk Kabupaten Belu, kebanyakan Orang Tetun. Selain Orang Tetun yang berkonsentrasi di sebagian besar Tasifeto, sebagian besar Malaka dan sebagian besar Kobalima; terdapat juga Orang Marae atau Bunak yang berkonsentrasi di hampir seluruh wilayah Lamaknen serta beberapa perkampungan lain di Tasifeto, Malaka dan Kobalima; Orang Kemak yang berkonsentrasi di Sadi, dan beberapa perkampungan lainl di Tasifeto serta Orang Dawan R yang berkonsentrasi di Manlea dan Biudukfoho, wilayah Malaka. Umumnya penduduk Kabupaten Belu, berasal dari ras Melayu Tua (Proto-Melayu), ras yang diyakini lebih tua dan lebih awal mendiami Pulau Timor. Selain Ras Melayu Tua, terdapat juga ras Melayu Muda (Deutero-Melayu) dan Asia (Cina). Baik ras Proto Melayu, Deutero Melayu dan Asia, telah berbaur dan telah terikat dalam sistem kawin-mawin, sejak beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun silam. Di Kota Atambua, juga beberapa kota kecil seperti Atapupu, Halilulik, Betun, terdapat juga sejumlah kecil penduduk yang berasal dari luar Kabupaten Belu, entah dari Pulau Timor sendiri, atau pun dari luar Pulau Timor. Bahasa daerah Kabupatn Belu adalah bahasa tetun.

Museum Foho Rai, Museum Budaya Pertama di Kabupaten Belu

DINAS KOMINFO KAB. BELU—Selasa(12/11), Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur – Wayan Darmawan mengresmikan Museum Fohorai Belu, yang ditandai dengan pengguntingan pita, berlangsung di Kampung Adat Matabesi, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat. Museum Foho Rai merupakan sebuah museum rintisan sekelompok anak muda milineal pecinta dan penggembangan budaya di Kabupaten Belu yang tergabung dalam satu … Baca Selengkapnya Museum Foho Rai, Museum Budaya Pertama di Kabupaten Belu

0 comments

Wisata Budaya di Matabesi

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Selasa(12/11), Berbagai rangkaian Kegiatan telah dilakukan oleh Komunitas Foho Rai dalam Platform Indonesiana yakni dengan menggelar Festival Foho Rai 2019 di Kabupaten Belu. Diantaranya pada tanggal 8 – 9 November 2019, bertempat di Kampung Adat Uma Metan Lidak Dusun Berkase, Desa Tukuneno, pada tanggal 10 November 2019 kegiatan dilakukan di … Baca Selengkapnya Wisata Budaya di Matabesi

0 comments

Memasyarakatkan Budaya Adat melalui Festival Foho Rai

DINAS KOMINFO KAB. BELU – Minggu (10/11), Dalam rangka melestarikan budaya tradisional serta meningkatkan kerja sama ekonomi, sosial budaya dan pendidikan, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu menyelenggarakan Festival Foho Rai 2019, bertempat di Desa Sadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Festival ini menampilkan … Baca Selengkapnya Memasyarakatkan Budaya Adat melalui Festival Foho Rai

0 comments

Hari Pendidikan Nasional 2018

Hari Pendidikan Nasional, disingkat HARDIKNAS, adalah hari yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia untuk memperingati kelahiran Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan di Indonesia dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa, diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya. Tema Hari Pendidikan Nasional tahun ini, yakni Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan Harus dapat kita laksanakan dengan baik. Sekolah ikut melaksanakan Hari Pendidikan Nasional. Pastikan anda telah … Baca Selengkapnya Hari Pendidikan Nasional 2018

0 comments